Hujan yang turun terus menerus menyebabkan longsor
di beberapa tempat di Kota Bogor, Jawa Barat. Longsor yang terjadi pada pukul
15.00 WIB pada 8 November 2015 ini
menimpa 1 rumah dan menewaskan 1 orang. Korban tewas bernama Ade Ismail (18),
warga Pancoran Mas RT 01 RW 08 Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat.
1 Orang meninggal dunia atas nama Ade Ismail (18), 1
orang kritis atas nama Muh Aldi Saputra (18) dirawat di Rumah Sakit TNI AU, Sutopo
menjelaskan, longsor yang terjadi kali ini bukan longsor besar, tetapi longsor
talud atau tebing yang kecil. Namun, karena menjadi permukiman, maka saat
longsor menimbun warga.
Masyarakat telah melakukan penanganan di lokasi.
Memasuki musim penghujan, masyarakat diimbau selalu waspada, khususnya bencana
longsor. Pemerintah dan Pemda harus segera mengantisipasi menghadapi banjir dan
longsor. Ada 64 juta jiwa masyarakat yang tinggal di daerah rawan sedang-tinggi
dari banjir. Mereka tersebar di 315 kabupaten/kota. Sedangkan longsor, ada 41
juta jiwa masyarakat yang tinggal di daerah rawan sedang-tinggi longsor di 274
kabupaten/kota. Pemerintah dan pemda harus melindungi masyarakat.
Untuk itu, perlu segera dilakukan rapat koordinasi
teknis antisipasi banjir dan longsor. BNPB dan BPBD perlu segera menyusun
rencana kontinjensi menghadapi banjir longsor yang memuat kebijakan, strategi,
peta bencana, komando, upaya, pengerahan sumber daya, dan lainnya.
Dia mengatakan, peringatan dini dari berbagai pihak
seperti Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
(Lapan) dan lainnya agar dicermati, sehingga dapat memperoleh informasi yang
terbaru.
Contact Person :
Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Elsa Yusna Alfia Mita
4123143807 (11)
085782285150
elsayusna_am@yahoo.com
Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Elsa Yusna Alfia Mita
4123143807 (11)
085782285150
elsayusna_am@yahoo.com